Anak gemuk memang lucu dan terlihat sehat. Sehat? Benarkah demikian?

Menurut riset dari Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan pada tahun 2013, angka kegemukan pada anak mencapai 11 persen. Dari angka ini, 30 persen berada di perkotaan yang artinya 1 dari 3 anak mengalami kegemukan.

Faktanya, anak kegemukan berisiko mengalami berbagai penyakit. Ngorok, tekanan darah tinggi, kolestrol tinggi, perlemakan hati, asma, gangguan tidur, kaki bengkok dan bahkan kencing manis bisa mengintainya.

Baca juga: Berat Badan Anak Susah Naik? Cari Tahu Sebabnya di Sini!

Penyakit diabetes melitus tipe 2 bahkan meningkat pada anak dan remaja. Penelitian menunjukkan bahwa 85 persen yang mengalaminya adalah anak yang kegemukan. Fakta mengerikan lainnya adalah, orang dewasa yang mengalami diabetes melitus diprediksi akan meninggal 3-7 tahun lebih cepat. Itu sebabnya, jangan sampai anak kegemukan hingga dewasa.

Ilustrasi berat badan anak. ( food.dtu.dk)

Anak gemuk juga berpotensi mengalami dislipidemia. Tak hanya kesehatan fisik, mental mereka juga akan terganggu karena bisa merasa rendah diri, kesepian, depresi, mudah stres dan gangguan belajar.

Apa yang harus dilakukan Moms?

Tentu saja Moms harus membuat jadwal teratur terkait makannya. Biarkan anak belajar rasa lapar dan kenyang. Kemudian, biarkan mereka beraktivitas fisik seperti tummy time atau bermain bersama teman-temannya di taman.

Tags:
0 shares
Previous Post

Anak Sering Mengeluh Nyeri Kaki? Mungkin ini Sebabnya

Next Post

Cara Memberi Anak Makan saat Diare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Cara Memberi Anak Makan saat Diare