Tahukah Moms bahwa lingkungan tidur yang tak aman bisa meningkatkan risiko sleep-related infant deaths atau kematian bayi yang berkaitan dengan tidur?

Selama bayi, manusia akan lebih banyak tidur. Itu sebabnya Moms perlu memperhatikan lingkungan tidur yang aman dan nyaman untuknya. Karena jika tidak, bukan kualitas istirahat yang mereka dapat tapi justru kematian yang mengintainya.

Baca juga: Kolik, Apa Yang Sebenarnya Terjadi Pada Bayi?

Karena meningkatnya kejadian sleep-relate infant deaths sejak tahun 2005 (idai.or.id), American Academy of Pediatrics merekomendasikan lingkungan tidur bayi sebagai berikut.

Ilustrasi orangtua dan bayi tidur. (Nourish Baby)
  • Posisikan telentang sampai usia 1 tahun. Dengan posisi ini, risiko tersedak minim dan ayi memiliki sistem perlindungan jalan napas. Posisi tengkurap dan menyamping tidak dianjurkan.
  • Gunakan matras yang padat dan penuh dan seprai berukuran pas. Jangan menggunakan kasur yang empuk dan lembut, hindari boneka, kain atau bantal guling karena bisa meningkatkan risiko terbekap atau terperangkap.
  • Pisahkan tempat tidur si Kecil dengan orangtua.
  • Dot ternyata bisa mengurangi risiko kematian mendadak. Namun jangan mengalungkan dot karena mereka bisa tercekik. Jika dot terlepas, Moms tak perlu memasukkannya lagi ke dalam mulut si Kecil.
  • Pastikan suhu ruangan tak terlalu panas karena bisa meningkatkan kematian mendadak. Jika pakaiannya basah karena keringat, gelisah dan tubuhnya panas saat disentuh, maka suhu ruangan perlu diturukan.

Jika memang Moms ingin melatih mereka tengkurap, maka bisa dilakukan selagi mereka bangun.

Tags:
0 shares
Previous Post

Jika Bayi Alergi Susu Sapi

Next Post

Ketika Anak Digigit Hewan Peliharaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Ketika Anak Digigit Hewan Peliharaan