Apa saja yang wajib Moms ketahui tentang pemberian susu formula pada bayi? Perhatikan hal-hal di bawah ini ya Moms.

Saat memberikan susu formula pada bayi, Moms pasti memperhatikan pemilihan merk susu yang baik untuk si kecil. Tetapi selain itu ada pula yang perlu Moms perhatikan, seperti pengaruh susu formula pada kotorannya, dan beberapa kejutan lain.

Bayi yang diberi susu formula memiliki kotoran yang berbeda

Kotoran pada popok bayi secara langsung dipengaruhi oleh apa yang dikonsumsi bayi. Kotoran pada bayi yang diberi susu formula tentunya berbeda, dan mungkin akan mengejutkan Moms terutama bagi yang beralih dari ASI ke susu formula.

Apa bedanya? Seperti yang dijelaskan oleh dokter anak Margaret Morris, ini hanya masalah tubuh yang beradaptasi pada makanannya. “Flora dari saluran pencernaan berubah tergantung pada jenis makanan yang melewatinya, dan susu formula adalah makanan yang berbeda dari ASI,” katanya.

Kotoran pada bayi yang mengkonsumsi susu formula lebih padat, lebih gelap, dan lebih tebal dari bayi yang mengkonsumsi ASI.
Bayi tidak mencerna ASI dan susu formula pada tingkat yang sama

ASI dan kebanyakan susu formula mengandung protein whey dan kasein. ASI mengandung lebih banyak whey, yang lebih mudah dicerna (dan karena itu bayi mencerna dengan lebih cepat) daripada kasein. Sedangkan susu formula lebih banyak mengandung kasein, yang dicerna bayi lebih lambat.

Tidak ada keraguan bahwa susu formula membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna daripada ASI. Jadi, jika sepertinya Moms memberi susu formula pada bayi lebih jarang dari pada bayi ASI, jangan khawatir.

Bayi bisa alergi terhadap susu formula

Beberapa bayi bisa dengan mudah mencerna susu formula, tetapi ada beberapa bayi yang memiliki alergi terhadap protein susu sapi dalam formula.

Jika bayi Moms memiliki alergi terhadap susu formula perhatikan jika ada darah atau lendir di kotorannya, ini bisa berarti perutnya meradang, yang merupakan pertanda kemungkinan alergi. Selain itu diare, muntah, rewel saat di beri susu, atau ruam pada kulit bisa menjadi pertanda si kecil alergi.

Bayi yang kolik dengan tangisan terus menerus bisa jadi pertanda bayi menderita alergi, penting untuk Moms memeriksakannya ke dokter.

Jika bayi mengalami alergi susu formula, dokter mungkin menyarankan untuk beralih ke susu kedelai. Jika bayi juga alergi terhadap protein kedelai, dokter akan merekomendasikan susu formula ekstra-hidrolisis, dimana protein tersebut telah dipecah menjadi bentuk yang mudah dicerna. Demikian yang kami kutip dari babycenter.com.

Tags:
0 shares
Previous Post

Mengonsumsi Nanas bagi Ibu Hamil, Bolehkah?

Next Post

Stunting, Apa Sih Sebenarnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Stunting, Apa Sih Sebenarnya?