Tak hanya bayi dengan sufor, ternyata bayi dengan ASI juga bisa mengalami alergi susu sapi.

ASI memang merupakan makanan terbaik untuk bayi. Namun bukan berarti bayi dengan ASI tak bisa mengalami alergi susu sapi. Perlu diingat bahwa apa yang Moms makan atau minum, mereka juga akan melahapnya.

Tentu hal tersebut bisa dicegah dengan pantangan yang dilakukan Moms. Jika Moms tak bisa makan dengan baik dan mengabaikannya, maka gejala saluran cerna dan kulit, gangguan pertumbuhan dan perkembangan, serta risiko adanya alergi lain bisa mengancam si Kecil.

Baca juga: Yuk Mulai Menghargai Ibu yang Memberi Sufor pada Bayinya

Moms bisa melihat, bila si Kecil sering muntah, kram perut, kolik, diare berupa darah, ruam dan saluran napas berbunyi grok, maka bisa jadi mereka mengalami alergi. Cobalah untuk behenti memberinya susu sapi selama dua minggu, dan berikan mereka susu soya atau asam amino. Setelah gejala hilang, Moms bisa memberikan susu sapi kembali. Tapi jika gejala muncul kembali, maka bayi positif mengalami alergi susu sapi.

Ilustrasi susu formula. (BBC)

Lalu bagaimana dengan bayi sufor?

Moms bisa memberikan susu alternatif seperti:

  1. Susu formula hidrolisat ekstensif dengan protein susu sapi yang telah dipecah dalam komponen lebih kecil.
  2. Formula asam amino. Formula ini mengandung asam amino bebas dan pengobatan pilihan pertama.
  3. Soya. Susu ini tak dianjurkan pada bayi di bawah usia enam bulan. Tak hanya itu, bayi alergi susu sapi masih bisa alergi terhadap susu ini karena adanya reaksi silang antara protein susu sapi dan protein susu kedelai.
  4. Susu formula hidrolisat parsial tak dianjurkan untuk bayi alergi susu sapi.

Durasi pemberian susu alternatif bergantung pada tingkat parahnya alergi. Biasanya bisa diberikan minimal 3 bulan hingga 12 bulan. Jika gejala berlanjut setelah kembali diberi susu sapi, maka pemberian susu alternatif bisa berlanjut dari 6-12 bulan.

Moms juga harus tahu bahwa alergi susu sapi ini biasanya akan sembuh pada bayi usia balita. Mudah-mudahan bayi Moms bisa sembuh lebih cepat ya.

Tags:
0 shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Begini Lingkungan Tidur yang Aman untuk Bayi