Tengkorak bayi masih tipis dan fleksibel. Jika kepala bayi Moms peyang, tentu masih bisa diperbaiki.

Walau tak berbahaya bagi pertumbuhan otak atau kepalanya, kepala bayi peyang bisa menyebabkan bentuk wajah dan kepala menjadi tidak simetris. Tentu Moms tak ingin itu terjadi pada si Kecil, kan?

Tengkorak bayi memang masih lunak dan fleksibel demi memberi ruang pada otaknya yang masih berkembang. Itu sebabnya bentuk kepala mereka bisa berubah. Keadaan bentuk kepala bayi yang tidak simetris, atau biasa disebut peyang, dibagi menjadi dua kategori. Yakni plagiocephaly dan brachycephaly.

Plagiocephaly adalah kondisi di mana salah satu sisi kepala bayi datar, posisi kedua telinga tidak sejajar dan kepala seperti jajaran genjang dilihat dari atas. Dahi dan wajah bisa menonjol sedikit di sisi yang sama dengan sisi kepala yang datar.

Growing Your Baby

Sedangkan brachycephaly, kondisi ini di mana bagian belakang kepala bayi menjadi rata sehingga kepala menjadi lebar dan dahi menonjol ke depan.

Lalu apa sih penyebab kepala bayi peyang?

Biasanya posisi tidur mereka sama dalam waktu lama, kemudian adanya masalah rahim sehingga air ketuban yang berfungsi melindungi bayi jumlahnya sedikit, bayi mengalami ketegangan otot leher, dan penyatuan lempeng-lempeng tulang tengkorak yang terlalu dini.

Baca juga: Ini Yang Terjadi Pada Otak Ketika Mendengar Bayi Menangis

Tak hanya itu, biasanya bayi prematur lebih mudah mengalami peyang karena kepalanya lebih lunak dari bayi normal.

Untuk mengatasinya, Moms bisa mengubah posisi tidurnya secara bergantian. Tempat tidur juga bisa diubah mengingat bayi biasanya senang melihat cahaya sehingga pandangannya tak hanya pada satu titik. Moms juga bisa memvariasikan cara menggendong dengan posisi bayi tegak agar kepala bagian belakangnya tak tertekan.

Jika hal tersebut tak berhasil, Moms bisa melakukan terapi dengan menggunakan helm dan ikat kepala khusus. Tentu ini bisa digunakan jika Moms berkonsultasi pada dokter ya.

Tags:
0 shares
Previous Post

Begini Loh Rasanya Melahirkan, Dads!

Next Post

Hamil Anak Kedua Lebih Berat, Kenapa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Hamil Anak Kedua Lebih Berat, Kenapa?