Setiap wanita yang melahirkan akan mempertaruhkan nyawanya.

Jika sang istri mulai lebih emosional, sering mengalami kontraksi, mengeluhkan punggungnya sakit, dan sering bolak-balik ke toilet, bisa jadi tanda akan melahirkan mulai dekat.

Dads mungkin tak tahu rasanya berjuang melahirkan seorang anak. Tentu ini adalah momen penting bagi Moms, si Kecil yang ada dalam perutnya, dan untuk Dads. Jadi, jangan sampai Dads luput memberinya dukungan ketika persalinan.

Baca juga: Kerap Merasa Kontraksi Pasca Melahirkan? Ini Sebabnya

Pada fase awal, biasanya serviks sudah mulai melebar 3-4 cm dan kontraksi mulai dirasakan. Istri akan mengalami kram, sakit punggung dan keluar cairan darah dari vaginanya.

Ketika serviksnya sudah melebar 4-10 cm, kontraksi akan semakin kuat dan sering. Fase kuat dan menyakitkan terjadi selama 50-60 detik tiap 3 sampai 4 menit sekali. Air ketuban pun pecah dan Moms harus menetap di rumah sakit.

Menemani istri melahirkan. (BabyCenter)

Kontraksi pun akan semakin sering dan bisa terjadi selama 60-90 detik dan terjadi tiap 2 hingga 3 menit. Di sinilah kepala bayi mulai turun dari rahim.

Kesakitan luar biasa akan terasa saat mulut rahim meregang. Proses mengejan dimulai dan bisa berlangsung dari 30 menit hingga dua jam. Proses bahkan bisa lebih lama dari itu.

Setelah lahir, perjuangan sang istri tak berhenti sampai di situ. Ia haris mengejan kembali untuk mengeluarkan plasenta yang biasanya memakan waktu hingga 10 menit sampai 60 menit.

Secara fisik, istri memang telah berjuang selama proses persalinan. Tapi ini bukan berarti Dads tak bisa berjuang bersamanya. Dads bisa menemaninya masuk ruang persalinan hingga si Kecil lahir ke dunia.

Berilah dukungan sebanyak mungkin pada istri. Setiap wanita membutuhkan dukungan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, Dads bisa menanyakan apa yang mereka butuhkan.

Selamat menikmati perjuangan ya, Dads!

Tags:
0 shares
Previous Post

Manfaat Menyusui bagi Moms

Next Post

Kepala Bayi Peyang: Mengapa dan Bagaimana Mengatasinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Kepala Bayi Peyang: Mengapa dan Bagaimana Mengatasinya