ASI tentunya makanan terbaik untuk bayi. Tetapi ada beberapa kondisi, dimana ASI tidak dianjurkan diberikan pada bayi. Moms tidak boleh menyusui bayi bila…

Sudah diketahui bahwa ASI banyak memberi manfaat untuk bayi. Salah satunya adalah mengandung antibodi yang dapat mencegah bayi terkena infeksi. Tetapi ada beberapa kondisi yang membuat Moms tidak boleh menyusui bayi, diantaranya adalah:

Bayi menderita galaktosemia

Galaktosemia adalah penyakit genetik yang sangat langka. Kondisi ini membuat bayi tidak dapat memproses galaktosa menjadi glukosa yang terkandung di dalam ASI karena definisi enzim yang disebut GALT. Bayi yang menderita galaktosemia harus diberikan makanan khusus yang tidak mengandung galaktosa.

Hepatitis B

Jika Moms menderita hepatitis saat hamil, begitu bayi lahir akan ada pemeriksaan khusus terhadap bayi. Dokter akan memberikan antibodi untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi agar tidak terkena hepatitis. Moms juga akan diperiksa di laboratorium untuk menentukan apakah boleh atau tidak Moms memberikan ASI. Bila hepatitis yang Moms derita tergolong parah, maka ASI tidak boleh diberikan, karena berisiko menularkan penyakit ini pada bayi.

Mengidap HIV

Apabila Moms mengidap HIV tidak boleh menyusui bayi karena dapat menularkan virus HIV ke bayi lewat ASI. Tetapi di negara-negara berkembang, ibu penderita HIV diperbolehkan memberikan ASI karena susu formula terbilang mahal. Jika penderita HIV tetap menyusui bayinya, akan diberikan obat anti-retro virus (ARV) secara teratur, penderita wajib mengikuti program pengobatan dengan ketat.

Selain itu, kondisi puting Moms penderita HIV diusahakan jangan sampai luka, karena virus dapat masuk ke bayi melalui luka.

Tuberkolosis

Moms yang menderita TBC diperbolehkan menyusui bayi apabila menjalani terapi TB selama minimal 2 minggu dan terbukti lewat pemeriksaan sudah tidak menularkan bakteri TBC. Ketika Moms menyusui bayi disarankan harus menggunakan masker, dan jalani pengobatan sampai tuntas ya Moms.

Kanker dan kemoterapi

Penderita kanker dan yang sedang menjalani kemoterapi tidak dianjurkan untuk memberikan ASI. Karena obat-obatan yang masuk ke darah Moms dapat masuk ke dalam ASI dan memberikan efek buruk pada bayi. Obat anti kanker bersifat sitostatik, yang mematikan sel. Nah, jika terserap ASI dan diberikan pada bayi, dikhawatirkan akan menganggu sel-sel pada bayi.

Baca juga: Manfaat Menyusui Untuk Moms

Tags:
0 shares
Previous Post

Mengapa Muncul Bisul Setelah Vaksin BCG?

Next Post

Usia Berapa Bayi Bisa Naik Pesawat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Usia Berapa Bayi Bisa Naik Pesawat?