Yuk persiapkan tubuh kita untuk menghadapi kehamilan dengan cara:

Menerapkan Pola Hidup Sehat

Mulai lah meminum asam folat sekarang. Tahukah Moms? Dengan rajin mengkonsumsi asam folat mengurangi kemungkinan melahirkan bayi dengan cacat pembuluh syaraf (misalnya anechephaly atau spina bifida) hingga 50 persen sampai 70 persen jika mulai mengkonsumsi setidaknya 0,4 mg asam folat setiap hari, dua sampai tiga bulan sebelum mencoba program kehamilan.

Moms mau tahu cara lezat menemukan asam folat dalam menu makanan? Mulailah hari dengan segelas jus jeruk atau jeruk segar yang mengandung banyak air. Keduanya adalah sumber asam folat yang sangat baik – nutrisi penting bagi wanita manapun yang sedang berharap untuk hamil.

Moms kerap mengkonsumsi vitamin? Dosis besar dari beberapa jenis vitamin tertentu dapat berbahaya bagi janin yang sedang berkembang lho. Beralihlah ke vitamin prenatal sebelum Moms hamil.

Jika Moms seorang perokok, berhentilah merokok sekarag juga. Penelitian telah menunjukan bahwa merokok 10 batang sehari dapat mengurangi kesempatan wanita hamil sebesar 50 persen.

Apakakah Moms seorang peminum kopi? Waktunya untuk berhenti atau beralih ke kopi tanpa kafein! Kafein dianggap membatasi pertumbuhan janin yang sedang berkembang dengan menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi aliran darah ke rahim. Terlebih lagi, beberapa penelitian menunjukan bahwa konsumsi kafein yang berlebihan (yaitu lebih dari tiga cangkir kopi perhari) dapat menyebabkan masalah kesuburan.

Jika Moms dan pasangan secara teratur terpapar zat berbahaya di tempat kerja, mungkin perlu untuk mempertimbangkan mengganti atau sedikit merubah pekerjaan sebelum Moms mulai membangun keluarga. Zat tertentu dapat memperngaruhi kualitas sperma maupun perkembangan embrio.

Jika Moms belum pernah menjalani pemeriksaan prakonsepsi, atur janji dengan dokter untuk meninjau riwayat kesehatan Mom’s dan membicarakan rencana Mom’s untuk mulai mencoba untuk hamil.

Apakah Moms saat ini sedang mengkonsumsi obat resep atau obat-obatan yang bebas dijual? Pastikan untuk bertanya kepada dokter Moms apakah aman bagi Mom’s untuk terus mengkonsumsinya begitu ingin mencoba hamil.

Jika Moms penderita diabetes, penting untuk menurunkan kadar gula darah sebelum hamil. Penelitian menunjukan bahwa wanita dengan diabetes dependen yang tidak terkontrol dengan baik kemungkinan empat atau enam kali lebih banyak untuk melahirkan bayi dengan cacat lahir daripada wanita non-diabetes.

Pastikan bahwa Moms sudah pernah melakukan tes STD (Sexual Transmitted Deseases) dengan benar. Lebih dari satu juta wanita di Amerika Utara terkena penyakit pradangan panggul setiap tahunnya. Penyebab nomor satunya adalah penyakit menular seksual yang tidak diobati.

Merasa tergoda untuk menyalakan rokok atau minum segelas anggur? Moms harus berasumsi bahwa Moms sedang hamil sampai Moms tahu pasti sedang tidak dalam keadaan hamil. Salah satu periode paling kritis dalam perkembangan embrio terjadi sebelum seorang wanita mengetahui kehamilannya.

Mulailah Besiap-siap

Jadikan vagina Moms sebagai lingkungan yang aman untuk sperma. Hindari semprotan vagina dan tampon beraroma (yang bisa meyebabkan ketidakseimbangan pH di vagina), pelumas buatan, minyak nabati, dan gliserin (karena bisa membunuh sperma), menggunakan douche (karena mengubah keasaman normal vagina, dapat menyebabkan infeksi vagina dan / atau penyakit radang panggul, dan dapat membersihkan lendir serviks yang diperlukan untuk mengangkut sperma).

Jika Moms memantau lendir serviks dalam upaya untuk memprediksi hari-hari yang paling subur, lakukan pemeriksaan sebelum Mom’s mandi atau berenang. Aktivitas ini semua dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas lendir serviks.

Berikut adalah kasus yang jelas untuk mengikutinya atau hilang harapan.

Studi telah  menunjukan bahwa berpantangan seks selama lebih dari tujuh hari dapat menurunkan kesuburan pasangan pria. Dengan bertambahnya jumlah sperma karena kurangnya penggunaan tidak diimbangi dengan meningkatnya jumlah sperma yang sudah tua dengan potensi penumpukan yang lebih rendah.

Studi juga menunjukan bahwa periode paling subur dalam siklus wanita adalah lima hari menjelang ovulasi. Jika Moms berharap untuk berovulasi segera, ini adalah puncak musim membuat bayi!

Saat pendekatan ovulasi, serviks Moms cenderung naik ke dalam vagina, lebih lembut, dan sedikit terbuka. Meski terasa kencang seperti ujung hidung pada awal siklus menstruasi Moms, pada saat Moms siap berovulasi, rasanya lembut dan berdaging seperti bibir. Moms bisa memantau kesuburan ini sendiri lho.

Jika siklus haid Moms lebih lama atau lebih pendek dari 28 hari, kemungkinan besar, Moms tidak akan berovulasi pada hari ke 14. Ovulasi biasanya terjadi 14 hari sebelum dimulainya skilus menstruasi berikutnya – tidak 14 hari setelah akhir hari yang terakhir.

Yuk Moms mulai biasakan hidup sehat dan lebih memperhatikan kondisi tubuh diri sendiri juga pasangan untuk segera memiliki bayi yang sehat dan menggemaskan!

Tags:
0 shares
Previous Post

Baby Milestones: Usia 1 Sampai 6 Bulan

Next Post

Makanan Yang Meningkatkan Produksi ASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Makanan Yang Meningkatkan Produksi ASI