Memang sih, emosi lebih mudah meluap ketika sedang dalam keadaan hamil. Itu sebabnya Moms akan lebih sering marah-marah. Namun jangan sampai hal ini dibiarkan, loh.

Ya, faktanya ada beberapa pengaruh buruk jika Moms sering marah-marah saat hamil. Memang, dalam keadaan hamil emosi seorang perempuan biasanya akan lebih mudah meledak.

Biasanya kondisi ini dipicu oleh hormon dan kondisi fisik. Tak hanya itu, Moms yang terlalu cemas dengan kondisi bayi dan proses persalinan juga bisa jadi faktor lainnya.

Baca juga: Benarkah Ibu Hamil Bisa Berubah Jadi Pikun?

Tapi, tahukah Moms bahwa ketika sedang marah-marah, hormon kortisol dan adrenalin akan menekan hormon dopamin dan serotonin? Ini akan dialami juga oleh si Bayi, loh!

Ilustrasi stress saat hamil. (Kittymoms.com)

Akibatnya mereka akan mengalami gangguan pola tidur, orientasi, kematangan motorik, dan depresi. Janin juga akan lebih aktif dan mengalami keterlambatan pertumbuhan.

Nah, tak hanya itu. Seorang psikolog juga menyebutkan bahwa tempramen bayi akan terpengaruh.

Duh kasihan ya jika si Kecil bisa terkena dampak ini. Itu sebabnya, Moms harus bisa mengurangi kebiasaan marah-marah saat hamil.

Cobalah untuk mengungkapkan perasaan Moms pada orang terdekat, diskusi dengan suami, menjalani kegiatan yang Moms sukai, beristirahat, dan berolahraga. Jadi sekarang, kelola emosi Moms agar lebih baik lagi ya.

Sumber: Alodokter

 

Tags:
0 shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Sudah Siapkah Kamu Punya Anak? Cari Jawabannya di Sini!