Pertengkaran antara suami dan istri memang merupakan hal yang normal terjadi. Tapi pertengkaran yang terus menerus tak bisa dibenarkan, loh. Sudah tahu, apa saja sebab yang paling sering bikin pasangan bertengkar?

Ya, pertengkaran memang lumrah terjadi. Menurut Mayra Mendez, seorang psikoterapis dari California, pertengkaran paling banyak terjadi pada mereka yang tengah berusaha memiliki anak. Menurutnya, kebanyakan dari pasangan tersebut dalam kondisi di bawah tekanan.

Tapi pertengkaran juga bisa terjadi pada mereka yang sudah memiliki anak. Nah, kali ini Momma.id akan membahas sedikit tentang lima sebab yang paling sering membuat pasangan suami istri bertengkar. Check this out!

Baca juga: Untuk Moms dan Dads: Ini Akibatnya Bila Sering Bertengkar di Depan Anak

1. Keputusan untuk punya anak

Banyak pasangan yang masih saja bertengkar tentang keputusannya untuk memiliki anak. Misalnya ketika salah satu pasangan belum siap memiliki anak, namun yang lainnya menuntut punya anak. Hal seperti ini harusnya didiskusikan terlebih dulu sebelum melangsungkan pernikahan. Belum lagi tentang jumlah anak yang akan mereka miliki.

2. Kurang intim

Pasangan seringkali bertengkar ketika keintiman mereka berkurang. Mungkin kamu dan pasangan mulai jarang kencan berdua atau hanya sekedar melakukan ciuman pada pipi.

Ilustrasi pasangan suami istri. (New York Probate Attorney)

3. Perbedaan gaya parenting

Banyak orangtua yang masih kesulitan berdamai dengan masalah ini. Perbedaan gaya parenting membuat satu sama lain saling klaim merasa benar. Jika ini terjadi pada kamu dan pasangan, cobalah untuk beragumentasi dengan alasan yang jelas. Namun jika ini terjadi dengan pihak luar, kamu harus paham bahwa setiap keluarga punya preferensinya masing-masing.

4. Kultur keluarga yang berbeda

Masing-masing keluarga punya kultur yang berbeda. Misalnya suami berasal dari keluarga yang punya kebiasaan khusus sebelum makan. Cobalah untuk menghormatinya ya.

Sebenarnya, masih banyak lagi sebab yang membuat banyak pasangan bertengkar. Yang terpenting adalah bagaimana kamu menyelesaikan persoalan tersebut dengan cara yang betul-betul solutif, tak hanya beradu argumen tanpa ada jalan keluar. Dicoba mulai sekarang ya.

Tags:
0 shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Seperti Apa Sih Rasanya Kontraksi?